Saturday, December 24, 2011

Renungan Dalam Gemerlapnya Natal



Di tengah semakin menggilanya bencana kemanusiaan, di mana ratusan keluarga semakin kehilangan tempat tinggal, ribuan orang tua kehilangan mata pencahariaan dan jutaan anak kehilangan masa depannya, mereka di terjang oleh bencana alam, bencana kecelakaan, serta bencana lain akibat keserakahan.

Menurutmu, di manakah kita “Kaum Mahasiswa” akan lahir, besar dan menggunakan ilmu kita….???

Apakah di dalam gemerlapnya tempat-tempat milik perusahaan internasional yang menghisap kesejahteraan rakyat….???

Ataukah di tengah gelap dan kotornya rumah kontrakan atau kost-kostan di perkampungan buruh, dan sunyinya desa para petani yang sudah mulai diingkari…….

Hiduplah dengan semangat PEMBEBASAN dan pilihan yang dipilih oleh YESUS KRISTUS.  Di tengah kandang domba yang kotor dan gelap……

Tuesday, December 20, 2011

KAMPUS SEBAGAI TEMPAT PESTA KAUM ELIT BORJUASI

Oleh : SMI KOMHI

Universitas Muhammadiyah Mataram oleh masyarakat NTB dianggap sebagai lembaga penyelenggara pendidikan untuk  meningkatkan kualitas masyarakat NTB yang masih terkungkung oleh jeratan kebodohan dan kemiskinan. Anggapan itu kemudian hanyalah angan-angan belaka dari masyarakat NTB untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus UMM sebagai jalan untuk meningkatkan taraf  hidup dengan harapan setelah keluar dari kampus UMM, sarjana-sarjana lulusan kampus UMM menjadi orang-orang yang bisa bersaing ditengah semakin sulitnya lapangan kerja. Propaganda pihak kampus di berbagai brosur/iklan, bahwa kampus UMM merupakan salah satu kampus unggulan di NTB yang memiliki fasilitas terlengkap, dosen yang berkualitas dan karyawan yang profesional. brosur itu ternyata hanyalah pembodohan terencana yang dilakukan oleh birokrasi kampus terhadap masyarakat. pada kenyataanya mahasiswa merasakan, bahwa kampus UMM sangat jauh dari brosur-brosur dan kata sambutan rector diacara wisuda tanggal 3 september 2011 yang mengatakan, bahwa kampus UMM memiliki segalanya untuk menciptakan sarjana-sarjana yang berkualitas dengan biaya kuliyah yang terjangkau.

Tuesday, December 13, 2011

Tolak Pengesahan RUU Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan “Undang-Undang Perampasan Tanah”

Usulan untuk membentuk RUU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan oleh Presiden SBY pada tanggal 15 Desember 2010 melalui Amanat Presiden No. R-98/Pres/12/2010, telah membuktikan bahwa SBY merupakan rezim borjuasi yang selalu berpihak kepada para pemilik modal. Sebab usulan tersebut (dari Presiden SBY) sesuai dengan hasil-hasil rekomendasi dari National Summit (rembuk nasional) 2009, jelas menguntungkan bagi para pengusaha (investor)!.
Lihat SMI Semarang Office di peta yang lebih besar